RSS

Soldier

Sahabat, pernah denger lagu di atas ga?? Pertama kali denger lagu itu karena saran Pdt. Rubin Adi Abraham, sangat memberkati. Terkadang dalam hidup ini kita larut dalam obsesi dan ambisi untuk menjadi seseorang, mengejar gaji tinggi, membentuk status, mencari kepopuleran, mendekap kenyamanan, hingga mengharapkan pujian dan sanjungan……

Tapi kadang juga kita lupa…

Suatu hari kelak ketika Tuhan memanggil kita pulang kembali pada-Nya, kita harus memberi pertanggung jawaban atas semua yang Tuhan percayakan pada kita, baik itu uang, barang, waktu, orang-orang yang di sekeliling kita, orang-orang yang kita layani, dan segenap talenta lainnya.

Akankah Tuhan mengatakan pada kita:

Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. (Matius 25:21)

Karena hidup ini berharga, masihkah kita mengisinya dengan hal yang sia-sia? Tak ada sukacita yang lebih besar ketika Tuhan Yesus menyambut kita di rumah-Nya, dan mendapati kita setia mengerjakan sesuatu yang walaupun kecil dan sederhana tapi itu menyenangkan-Nya….

 

I just want to be a soldier

in the army of The King

Just to be a good and faithful soldier

Who given Christ his everything


I’m content to be a worker

in the vineyard of The Lord

To hear Him say well done my servant

that’s all I ask as my reward


I don’t wanna be a superstar

seeking fortune or fame

I am richer than this world by far

just praying one prayer in Jesus name


I would rather be a doorman

in the household of The Lord

than to be that wealthy poorman

who sold his soul and bought the world


To live a simple life for Jesus

that’s all I ask and I need

To reap a harvest if He pleases

or be the one who plants the seed


I don’t wanna be a superstar seeking fortune or fame

I am richer than this world by far

just praying one prayer in Jesus name


And if I die for Him tomorrow

Don’t cry for me when I’m gone

Don’t lay me down with words of  sorrow

I’m just a soldier going home……..


Jadilah prajurit Kristus yang baik dan setia, yang memberikan pada-Nya segala yang kita miliki. Tuhan memberkati….

 
Leave a comment

Posted by pada 25 Januari 2011 in Musik

 

Apa yang kita tabur, itu yang akan kita tuai

Pada suatu hari seorang pemuda sedang berjalan di tengah hutan, tiba-tiba ia mendengar jeritan minta tolong. Ternyata ia melihat seorang pemuda sebaya dengan dia sedang bergumul dengan lumpur yang mengambang, semakin bergerak malah semakin dalam ia terperosok. Pemuda yang pertama tadi hendak sekuat tenaga memberikan pertolongannya, dengan susah payah pemuda yang terperosok itu dapat di selamatkan. Pemuda yang pertama memapah pemuda yang terperosok ini pulang ke rumahnya.

Ternyata rumah si pemuda kedua sangat bagus, besar, megah, dan mewah… Ayah pemuda ini sangat berterima kasih atas pertolongan yang diberikan kepada anaknya, dan hendak memberikan uang, pemuda yang pertama ini menolak pemberian tersebut. Ia berkata bahwa sudah selayaknya sesama manusia menolong orang lain yang dalam kesusahan. Sejak kejadian ini mereka menjalin persahabatan.

Si pemuda pertama adalah seorang yang miskin, sedangkan si pemuda kedua adalah bangsawan yang kaya raya. Si pemuda yang miskin ini mempunyai cita-cita untuk menjadi dokter, namun ia tidak mempunyai biaya untuk kuliah. Tetapi, ada seorang yang murah hati, yaitu ayah dari pemuda bangsawan itu. Ia memberi beasiswa sampai akhirnya meraih gelar dokter.

Tahukah saudara nama pemuda miskin yang jadi dokter ini ? Namanya ALEXANDER FLEMING, yang kemudian menemukan obat Penisilin. Si pemuda bangsawan masuk dinas militer dan dalam suatu tugas ke medan perang, ia terluka parah sehingga menyebabkan demam yang sangat tinggi karena infeksi. Pada waktu itu belum ada obat untuk infeksi serupa itu. Para dokter mendengar tentang penisilin penemuan Dr.Fleming dan mereka menyuntik dengan penisilin yang merupakan obat penemuan baru. Apa yang terjadi ? berangsur-angsur demam akibat infeksi itu reda dan si pemuda akhirnya sembuh!!

Alexander Fleming

Tahukah saudara siapa nama pemuda itu ? Namanya adalah WINSTON CHURCHIL, Perdana Menteri Inggris yang termasyhur itu. Dalam kisah ini kita dapat melihat hukum menabur dan menuai. Fleming menabur kebaikan, ia menuai kebaikan pula. Cita-citanya terkabul, ia menjadi dokter. Fleming menemukan penisilin yang akhirnya menolong jiwa Churchil. Tidak sia-sia bukan beasiswa yang diberikan ayah Churchil?

Winston Churchil

Prinsip Tabur Tuai sebetulnya sudah ada sejak dulu, bahkan sama tuanya dengan usia kehidupan di bumi ini.

Kejadian 1:11 Tuhan sedang menciptakan bumi dan berkata, ”Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi”. Dan jadilah demikian.

Kejadian 8: 21-22 Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.”

Berapa banyak yang masih menginjak bumi ini? Kita semua menyadari selama kita masih di bumi maka tak henti-hentinya musim kehidupan. Ada musim kemarau, musim hujan, musim rambutan, musim durian. Ini sebuah kepastian.

Tetapi tahukah saudara senyata musim-musim kehidupan senyata itu juga musim menabur dan menuai. Jika kita menabur kita pasti menuai. Orang yang bijak akan mempergunakan sebaik mungkin musim menabur, yaitu saat-saat memberi karena ada waktunya kita akan menikmati tuaian atas taburan kita. Janji Tuhan ya dan amin.

Saat ini teman-teman PSKK sedang mempersiapkan KKR PSKK & Friends yang akan diadakan tanggal 13 November 2010. Ada banyak hal yang terus dikerjakan, ada pula kebutuhan dana senilai Rp 2.500.000,-. Rekan-rekan alumni didorong untuk ambil bagian dalam pekerjaan Tuhan ini. Ketika kita hendak memberikan persembahan, mari kita berdoa terlebih dahulu, apa yang bisa kita tabur, atau berapa rupiah yang harus kita tabur. Dengan demikian, kita memberikan persembahan kepada Tuhan karena didasari sikap mencintai Tuhan sehingga bisa memberi dengan ketulusan dan kerelaan.

“Aku ingin sekali menabur, tetapi dapat uang dari mana?”

Saudaraku, tidak perlu khawatir, Tuhan berfirman sangat spesial untukmu:

2 Korintus 9:10 Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;

Allah berjanji, siapa yang menabur pasti menuai

Jadi, mari kita bergerak dalam langkah iman kita, bahwa Allah tidak sedang membuat kita menjadi miskin atau berkekurangan karena harus membiayai pelayanan ini. Hey, Allah kita Allah yang terlampau kaya saudaraku. Justru sebaliknya, Allah sedang berusaha memberkatimu dengan cara-Nya, Tabur Tuai!

2 Kor 9:8 Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.

Amsal 11:24-26 Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.

Sumber: www.gpdi-lippocikarang.com, www.rajawalifamily.com, anisfaisalreza.com, dan berbagai sumber.

NOMOR REKENING TABURAN KKR PSKK & Friends

Bank MANDIRI: 138-00-0762212-4 a.n Christmastuti

 
Leave a comment

Posted by pada 27 Oktober 2010 in Apa Kabar?

 

GMB Resurrection

Hai teman-teman… sudah tau kalo GMB rilis album terbaru? Untuk GMB album ini merupakan album ke 12, tapi dengan format personel yang baru, album ini merupakan album keduanya setelah Stand Out (2008). Album baru yang bertajuk Resurrection ini diharapkan juga menjadi simbol kebangkitan GMB, setelah Sidney Mohede mengundurkan diri dari posisi vokalis di GMB, untuk kemudian lebih memilih fokus di True Worshippers dan pelayanannya di Jakarta Praise Community Center (JPCC).

Rilisnya album ini juga ditandai dengan diadakannya Konser GMB Intimate pada tanggal 5 Agustus 2010 bertempat di Grand Ballroom Raflesia, Balai Kartini Jakarta. Konsep konser ini cukup menarik, dimana GMB ingin menggambarkan suatu keintiman atau kedekatan Allah Bapa dengan anak-anakNya melalui aksi panggung GMB yang lebih dekat menyapa sahabat GMB. GMB sendiri menginginkan tidak ada pembatas atau sekat antara panggung dengan penonton, sehingga mereka bisa bersama-sama memuji dan menyembah Tuhan. Seperti hubungan Bapa dengan kita anak-anak-Nya seharusnya tidak ada sekat atau penghalang. Itulah Keintiman (Intimate).

Cover Album GMB Resurrection

Cover Album GMB Resurrection

Dalam album barunya, GMB yang beranggotakan Adi Prasodjo pada perkusi, Amos Cahyadi pada drum, Bams pada vocal, Jeffry Hermanto pada bass, dan Joseph S. Djafar pada keyboard, mengusung 10 lagu baru dengan warna musik yang lebih variatif. Contohnya pada track pertama berjudul ‘Bersama-Mu’ masih kental dengan warna musik GMB seperti pada album sebelumnya. Namun pada track kedua yang berjudul Batu Karang, GMB membuat kejutan dengan musik yang berkesan groove dengan iringan bass yang sangat dominan. Berbeda dengan track kesembilan yang bernuansa akustik. Kalau disimak lebih lagi, intro musik serta suara Bams pada track keempat mengingatkan kita pada salah satu lagu Padi dan vokalisnya, Fadly.

Track List :
1. Bersama-Mu
2. Batu Karang
3. Resurrection
4. Kaulah satu
5. Berserah
6. Tegar
7. Menggapai Impian
8. Kau ada
9. Kembali
10. Mendengar Suara-Mu

Secara keseluruhan album ini sangat easy-listening. Setiap syair yang ada, benar-benar dari hati setiap personil GMB, mengisahkan perjalanan pribadi GMB dengan TUHAN sebagai Kekasih, Teman dan juga Bapa yang nggak pernah meninggalkan anakNYA, yang selalu ada setiap saat berjalan mendampingi kita, apapun kondisi dan situasi kita hanya DIA-lah satu untuk akhir hidup kita. Lagu berjudul Kembali pun mengingatkan kita akan kasih Bapa yang mau menerima kita kembali walaupun kita berbuat dosa. GMB juga memotivasi setiap pendengarnya untuk menghadapi kehidupan ini melalui lagunya yang berjudul Tegar tapi dengan iringan musik yang ringan seperti reggae.

Beberapa orang masih berpendapat kalau Bams tidak bisa menyamai Sydney. Ya, jelaslah, karena Tuhan kita terlalu kreatif, setiap orang diciptakan unik dan nggak ada yang nyamain. Jadi buat apa membanding-bandingkan, ya kan? Lepas dari kehidupan Bams sebagai personel Samsons yang menjadikannya sebagai public figure dalam dunia entertainmen Indonesia, kita tentunya tidak perlu membatasi apalagi menghakimi seseorang. Siapapun bisa kok dipakai Tuhan untuk maksud-Nya. Kalau kita orang berdosa saja bisa dipilih-Nya, kenapa orang lain tidak? Semoga album GMB Resurrection ini dipakai Tuhan untuk memberkati setiap pendengarnya. AMIN!

Selamat mendengarkan….

 
Leave a comment

Posted by pada 19 Oktober 2010 in Musik

 

Pokok Doa 19 Oktober 2010

Wah maaf lama banget nggak update pokok doa PSKK.  Teman-teman masih semangat berdoa kan??

1. Berdoa untuk KKR PSKK & Friends, supaya melalui KKR ini, semangat melayani Tuhan dibangkitkan lagi diantara teman-teman PSKK. Begitupula dengan rekan-rekan alumni, mereka tidak melupakan PSKK dan tetap memegang visi PSKK dimanapun mereka berada sekarang. Harapannya lewat KKR ini baik alumni maupun PSKK bisa memberkati Klaten lebih nyata, misalnya lewat pengembangan bisnis, pertumbuhan rohani, pelayanan kepada masyarakat, dsb. Doakan supaya panitia memperoleh tema yang tepat dan sesuai kehendak Tuhan.

2. Berdoa untuk Pantia PSKK & Friends:

- untuk permohonan perijinan dan surat menyurat

- untuk WL, Singer, dan Tim Musik supaya menjaga kekudusan hidup dan  boleh dipakai Tuhan untuk melayani saat KKR nanti. Urapan Tuhan turun dan meliputi setiap orang yang datang pada waktu KKR. Doakan supaya para pelayan mimbar (WL, Singer, Tim Musik) diberi keberanian untuk melayani Tuhan. Berdoa juga untuk latihan-latihan mereka yaa :)

3.  Pembawa Renungan (pembicara) untuk KKR PSKK & Friends, sampai saat ini belum dihubungi, karena menunggu penentuan tema. Berdoa supaya Tuhan menyediakan hamba-Nya yang tepat untuk KKR kali ini.

4. Doakan supaya Publikasi bisa berjalan efektif dalam kurun waktu yang terbatas ini. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan kan :)

5. Berdoa supaya Sabtu ini tanggal 23 Oktober 2010 ada Persekutuan PSKK dengan alumni, masih dicari pembicaranya. Ada yang terpanggil? Silakan hubungi kontak kami :)

Lukas 18:1 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. (Perumpamaan tentang hakim yang tak benar)

 
Leave a comment

Posted by pada 19 Oktober 2010 in Pokok Doa

 

Rapat Perdana KKR PSKK & Friends

Minggu lalu, tanggal 17 Oktober 2010, temen-temen PSKK Intern ngadain rapat perdana untuk membahas KKR PSKK & Friends. Kenapa baru rapat tanggl 17 Oktober, karena temen-temen kebanyakan sedang menghadapi Ujian Mid-Semester, jadi baru sempet kemaren itu deh.

Hasil Rapatnya antara lain:

* Temen-temen PSKK Intern sudah berhasil membentuk Pantia KKR, dengan Ketua Panitia: Rindang (SMA N 1 Klaten). Tolong dibantu ya apalagi alumni, apapun yang bisa kita lakukan yok kita lakukan… jangan berhenti di komitmen doang :)

* KKR PSKK & Friends akan digelar pada tanggal 13 November 2010, jadi temen-temen termasuk para alumni silakan mengosongkan agenda pada tanggal itu ya, lalu sore harinya dateng deh ke KKR PSKK & Friends ;)

* Panitia masih bergumul tentang Tempat diselenggarakannya KKR ini nanti, jika ada rekan-rekan yang bisa membantu. Tolong hubungi panitia atau bisa juga menghubungi di FB, Twitter, YM, email atau blog ini.

* Yang akan melayani sebagai WL adalah Grace (SMA N 2 Klaten). Panitia juga sedang bergumul untuk musiknya (pemain, alat musik, dsb). Temen-temen tolong bantuin yaa…

Well, masih banyak lagi yang perlu dibicarakan dan dipersiapkan, jadi terua bantu para panitia dan ikuti perkembangan selanjutnya.

Tuhan Memberkati….

 
Leave a comment

Posted by pada 19 Oktober 2010 in Apa Kabar?

 

Mengambil Keputusan

Dalam hidup ini, kita selalu diperhadapkan pada berbagai pilihan. Contoh sederhananya, 3 hari yang lalu Pak Guru ngumumin kalau besok pagi jam pertama, ada ulangan matematika. Masalahnya tiap hari kok ya ada ulangan mata pelajaran tu lhoo… jadi nggak sempet deh belajar matematika. Eh nggak disangka-sangka, Bu Guru juga ngumumin kalau ulangan fisika diajuin besok pas jam pelajaran terakhir, 2 bab sekaligus!! Karena selama semester ini belum sempet diadakan ulangan. Nah, reaksi kamu gimana?

a. Pingsan mendadak!! Pas udah siuman langsung uring-uringan: “Gilaaa… Gurunya ga ada belas kasihan banget sih. Ini kan lagi musim duren pak, jangan digusur sama musim ulangan dooong…” Grrrrrr :D

b. Pulang sekolah langsung mampir ke gamenet dulu ah, habis itu pasti jadi semangat belajarnya… Atau ke warnet aja ya, buka-buka FB, siapa tau anak kelas sebelah ada yang udah ulangan matematika/fisika, trus soal-soalnya di-update lewat status wkwkwk.

c. Belajar Fisika aja dulu ah.. Lebih penting, langsung 2 bab niih… gapapa lah kalau nilai matematikanya nggak gitu bagus, besok ngikut remidiasi aja (moga-moga ada hehehe)

d. Belajar Matematika aja deh mendingan, lebih njlimet, gurunya killer pula, otomatis nggak bisa nyontek temen… Kalo fisika kan masih ada kesempatan belajar habis ulangan matematika ajalah, kalo perlu nggak usah dengerin pelajaran yg lain dulu, konsen belajar fisika!!!

e. Pulang sekolah langsung ngurung diri di kamar, belajar habis-habisan buat 2 mata pelajaran itu, kalo perlu begadang sampai lumutan… eh sampai pagi. Ganbatte!!

f. Apa daya…. berpasrah diri seraya memanjatkan doa, semoga ulangan besok dibatalkan. “Yang dibatalin yang Matematika atau Fisika, Tuhan? Dua-duanya aja boleh? Tuhan kan baik hehehe…”

g. Jurus Andalan: Pura-pura sakit, nggak masuk sekolah, trus belajar seharian, biar besok bisa ikut ulangan susulan di hari yang berbeda ;p

Well, ada banyak ya pilihannya, bahkan sebetulnya masih ada banyak banget pilihan selain 7 opsi di atas. Lalu mana yang akan kita pilih??

Itu baru masalah ngadepin ulangan yang bentrok di hari yg bersamaan yak, pusingnya minta ampun hehehe. Belum ditambah masalah mau pake baju warna apa pas ke persekutuan, masalah makan apa nanti siang padahal uang saku udah dipake fotokopi catetan, masalah pergi sama siapa malam minggu besok, atau masalah mau pake sepatu balet apa sepatu pantofel ya pas piknik ke kebun binatang bulan depan?? Life is full of choices. Choose carefully… (kayak tweetnya PSKK di Twitter hihihi).

Setiap hari kita tanpa kita sadari kita telah memilih, mulai dari memilih untuk bangun pagi dan kenapa ga bangun siang aja sih? Atau memilih berangkat ke sekolah daripada bolos? Memilih untuk lewat jalan yg biasa kita lalui daripada memilih jalan baru pas berangkat ke sekolah. Memilih untuk membiarkan pikiran kita melayang-melayang ke luar sana saat pelajaran Bahasa Inggris, sampai ga sadar penghapus pun udah melayang ke kepala kita!! Dan seterusnya…

Kita semua pasti pernah memilih dan mengambil keputusan. Setiap kita berhasil mengambil suatu keputusan yang besar, pasti berikutnya Tuhan akan bawa kita mengambil keputusan yang lebih besar lagi, dan lagi. Tapi Tuhan ga pernah memaksa kita untuk memilih yang sesuai dengan pilihan-Nya. It’s just up to you. Namun sebagai anak-anak Tuhan, kita percaya kan kalau Tuhan lebih tahu pilihan yang terbaik  buat kita?

Kadang Tuhan langsung jawab pas kita tanya. Tapi kadang Tuhan juga punya cara lain untuk menjawab kita lhoo. Jangan batasi Tuhan dengan cara-cara kita: Kalau aku tanya, langsung dijawab lho Tuhan! (Woii… kok kamu jadi ngebosin Tuhan sih wkwkwkwk)

Aku pernah bergumul tentang suatu tawaran pekerjaan yang cukup menggiurkan padahal aku sudah bekerja dengan mapan di suatu perusahaan. Pekerjaan itu amat sangat kunanti-nantikan, karena setiap kali aku melamar pekerjaan baru dan lolos seleksi, Tuhan bilang: “Bukan yang itu, nak”.

Perusahaan yang kulamar ini mengharuskan aku mengikuti rangkaian tahap seleksi yang cukup ketat dan melelahkan selama 3,5 bulan. Setiap lolos dari tahap satu dan dilanjutkan ke tahap berikutnya, aku selalu bertanya: “Tuhan mau aku kerja disana nggak?” Mungkin Tuhan sudah menjawabku, tapi akunya yang nggak denger hehehe. Jadi setiap kali aku lolos seleksi, aku pikir Tuhan setuju. “Yak, maju teruuus!” langkahku mantap.

Hingga akhirnya sesuatu yang tak terduga terjadi juga, aku diperhadapkan pada 2 pilihan penting: Memilih bekerja di perusahaan lama atau di perusahaan baru? Di perusahaan lama aku mendapat promosi yang cukup baik. Di sisi lain aku pun termasuk dalam 9 orang (dari 119 pelamar) yang diterima sebagai calon karyawan di perusahaan baru.  Di perusahaan lama ada masalah pribadi yang mendorongku untuk resign. Di perusahaan baru, bidang pekerjaannya jauh berbeda dan lebih complicated, otomatis harus belajar dan berusaha lebih keras lagi. Pilihan yang tidak mudah.

Takut salah mengambil keputusan, cuma itu yang ada di benakku. Tapi, terlalu lama mengambil keputusan juga tidak lebih baik. Aku sudah berdoa, tapi tidak tahu harus bagaimana (pernah mengalami hal seperti ini jugakah? hehehe). Saat final interview pun tiba, pilih mana perusahaan lama atau perusahaan baru. Aku berangkat dengan perasaan campur aduk, pikiran berkecamuk, keluarga berkasak-kusuk (halaaaah… wkwkwk). “Tuhan aku tidak tahu harus bagaimana. Engkau tahu segala pertimbanganku. Aku hanya mau memilih yang sesuai dengan kehendak-Mu, jadi tolong sertailah aku,” bisikku dalam hati.

Dan di saat aku berani melangkahkan kakiku, bergerak maju mengambil keputusan, aku tahu Tuhan bersamaku dan memimpin setiap jawaban yang keluar dari mulutku. Aku menolak pekerjaan yang baru. Aku pikir aku akan sangat sedih, merasa bersalah, dan menyesal telah melewatkan kesempatan ini. Tapi sebaliknya, aku justru merasa damai sejahtera yang luar biasa. Bahkan, Kepala HRD di perusahaan itu, sama sekali nggak mempermasalahkan pilihanku, nggak ngotot memintaku untuk pikir-pikir lagi, atau emosi karena aku sudah menolak kesempatan yang bagi mereka sangat berharga. Beliau malah bilang senang sekali ngobrol denganku, dan menyarankan hal lain untuk masa depanku, meskipun ada sesal tapi dia menghargai keputusanku. Pembicaraan pun berjalan sangat hangat dan menyenangkan. Aku pulang dan sambil tersenyum, berkata pada Tuhan, “Aku telah melepaskan sesuatu untuk mendapatkan yang terbaik dari-Mu, amin.”

Jadi saudaraku, beranilah melangkah, mengambil keputusan. Berdoalah meminta Tuhan yang memimpinmu, sehingga ketika langkahmu dalam mengambil keputusan itu keliru, Dia bisa segera mengoreksi langkahmu dan menunjukkan kemana kakimu seharusnya melangkah. Ketika kita takut untuk melangkah, kita menunda bekerjasama dengan-Nya.

“Hidup yang kupilih, membuatku berarti… Karena Yesus Tuhan, tempatku percaya dan berharap.” (Yesus, Kaulah Sahabatku – True Worshippers)

 
Leave a comment

Posted by pada 19 Oktober 2010 in Kesaksian

 

Menanti Janji

Bacaan: Lukas 4:16-30 (ayo dibuka ya alkitabnya, jangan males baca firman Tuhan hehe…)

Pernahkah bertanya pada Tuhan: “Giliranku kapan Tuhan?? Orang lain sudah menerima berkat-Mu, kok aku beluuumm? Aku percaya janji-Mu Tuhan, tapi kapaaaan? Rasanya kok lamaaaa bangeeettt…”

Membaca kisah Tuhan Yesus dalam Lukas 4:16-30, aku membayangkan Tuhan Yesus pernah nggak ya bertanya pada Bapa, “Bapa, kapan nih giliran-Ku untuk pergi ke ruang ibadat, Aku ingin mengajar orang banyak di sana. Kapan Aku boleh punya murid? Kapan Aku diijinin menyembuhkan orang sakit? Aku nggak tega liatnya… Kenapa harus menunggu sampai usia-Ku 30 tahun? Kok lamaaaa bangeett yaaa?”

Tapi Tuhan Yesus luar biasa sabarnya menanti janji Allah Bapa. Hari itu, Dia datang ke rumah ibadat di Nazaret, kota dimana Dia dibesarkan. Dia lalu membaca kitab Yesaya, yang berisi nubuatan tentang diri-Nya, Sang Juru Selamat. Hari itu Ia berkata, nubuatan itu telah digenapi!! Wah senangnyaaaaa…. Hari yang telah ditunggu-tunggu tiba juga. Eits, tapi tunggu duluuuu…. Ketika Tuhan Yesus mengatakan hal itu, semua orang di ruang ibadat itu(semua lhooo, bayangkan!) menjadi marah, dan berniat menghalau Yesus keluar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, untuk melemparkan-Nya dari tebing itu! Tapii.. Tuhan Yesus sudah berjalan terlebih dulu, lewat dari tengah-tengah mereka lalu pergi :D

Aku lantas merenungkan kisah Tuhan Yesus ini dengan diriku sendiri. Ada kalanya dalam menanti janji Tuhan kita mengalami masa-masa sulit Masa-masa yang mungkin menggoyahkan pengharapan kita akan janji itu. Masa-masa di mana dengan mata jasmani kita belum bisa melihat mana hasilnya. Musa, Abraham, Yakub, Yusuf, Daud, dan para pahlawan iman lainnya mengalami masa-masa sukar sebelum janji Tuhan digenapi dalam hidup mereka. Kita juga pasti mengalami hal yang sama. Tetap percaya, bila kita sudah siap Tuhan pasti menggenapi janji-Nya. Masa-masa sulit itu adalah masa di mana Tuhan mempersiapkan kita dalam menerima penggenapan janji. Bahkan mungkin mempersiapkan kita dari resiko yang tak terduga. Kupikir ketika nubuatan nabi-nabi dan janji Allah atas diri Yesus tergenapi, orang-orang Nazaret itu akan bersukaria, tapi ternyata sebaliknya. Nah, sudah siapkah kita menerima resiko yang mungkin muncul ketika janji Allah digenapi? Resiko yang sebetulnya bisa kita lewati bersama-Nya Sang Pemberi janji, sama seperti Tuhan Yesus telah melewatinya….

terus menanti penggenapan janji :)

Jadi, jangan tanyakan kapan janji Tuhan akan digenapi, tapi tanyakan apakah Tuhan melihat aku sudah siap menerima janji tersebut? Kalau sekarang kita sedang berada di masa-masa sulit, ayo saling mengingatkan untuk tidak menyerah dulu. Bukankah setelah masa sulit ini janji Tuhan akan segera digenapi? AMIN!

 
Leave a comment

Posted by pada 1 Oktober 2010 in Inspirasi

 

ALLAH TIDAK MENAHAN BERKATNYA

Keluaran 3:8 Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.

——————————————————————————————

Number 11:5 We remember the fish we ate in Egypt at no cost—also the cucumbers, melons, leeks, onions and garlic. (New International Version)

Bil 11:5 Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih.

Ketika bangsa Israel berada di Mesir, mereka memakan mentimun, melon, bawang prei, bawang merah, dan bawang putih (Bilangan 11:5). Semuanya termasuk jenis makanan yang mengharuskan mereka untuk berlutut ke tanah dan mencabutnya, suatu pekerjaan yang tentu saja melelahkan… fiuuhh.

Tapi ketika Tuhan membawa mereka ke Kanaan (tanah yang dijanjikan Tuhan), Tuhan memberikan pada mereka anggur, buah delima (dalam bahasa Inggris disebut pomegranates–buah ini pernah disebut dalam salah satu iklan minuman sari buah di TV hehehe), dan buah ara. Buah-buah ini tidak diambil/dicabut dari tanah, namun bangsa Israel cukup memetiknya jika mereka ingin memakannya tanpa kerepotan atau bersusah payah. Bahkan Kanaan adalah tanah yang sangat kaya susu dan madu, waaaahhh….

Ini buah Pomegranate (yang dalam Alkitab Bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai Buah Delima)

Number 13:23 When they reached the Valley of Eshcol,  they cut off a branch bearing a single cluster of grapes. Two of them carried it on a pole between them, along with some pomegranates and figs.

Bilangan 13:23 Ketika mereka sampai ke lembah Eskol, dipotong merekalah di sana suatu cabang dengan setandan buah anggurnya, lalu berdualah mereka menggandarnya; juga mereka membawa beberapa buah delima dan buah ara.

Ini 'Fig' (dalam Alkitab Indonesia diterjemahkan sebagai Buah Ara)

Number 13:27 They gave Moses this account: “We went into the land to which you sent us, and it does flow with milk and honey! Here is its fruit.

Bilangan 13:27 Mereka menceritakan kepadanya: “Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya.


Sadarkah, kalau kita kadangkala ngeyel seperti bangsa Israel? Hehehe… Berpikir bahwa pilihan kita itu sudah baik dan puas dengan pilihan kita sendiri. Padahal sebenarnya Tuhan menyediakan yang terbaik dari antara yang baik sekalipun.

Tuhan tidak ingin melihat hidup anak-anaNya berkekurangan, oleh karena itu Dia memberi persediaan berkat yang berlimpah ruah. Masalahnya tidak semua orang tahu kalau Tuhan memberikan berkat sebanyak itu, dan mereka tidak tahu bagaimana memperoleh berkat yang sebanyak itu. Ibarat bangsa Israel dikasi buah-buahan yang baik dan tinggal petik, mereka malah memilih makanan yang harus diambil dengan menunduk atau berlutut. Mungkin mereka suka yang repot-repot atau suka berjerih payah :p

Jika kamu sedang menghadapi berbagai kekuatiran hidup, jangan berkata: “Baiklah, aku akan pergi ke rumah si A, dan aku akan menceritakan masalahku, siapa tahu ia bisa membantuku, oh bagaimana kalau dia malah menyalahkanku dan menceritakan keburukanku pada orang lain?”

Atau jika kamu sedang kesulitan dalam studimu, jangan berkata: “Aku memang tidak dilahirkan sebagai orang pintar, orang tuaku juga tidak pintar. Tuhan menciptakanku biasa-biasa saja. Kalaupun aku menambah jam belajarku pun tak akan ada gunanya.  Aku heran kenapa ada teman-temanku yang ikut pelayanan tapi nilainya tetap bagus. Oh kenapa aku tidak…”

Atau jika kamu berencana untuk melanjutkan studimu lagi, jangan berkata pada dirimu sendiri,”Baiklah, jika aku bekerja lebih keras dan mulai menabung sekarang, aku akan punya… Oh Tuhanku, ternyata tidak cukup! Biaya kuliah akan menghabiskan segala sesuatu! Bagaimana aku bisa kuliah?”

Berapa banyak diantara kita yang berpikir bahwa cara-cara kita menyelesaikan masalah selalu lebih baik dari cara-Nya Tuhan? Berapa banyak diantara kita yang kemudian menyadari susah payah kita ternyata tidak berarti apa-apa?

Sebagai anak Tuhan, ketahuilah Allah Bapa sangat berminat pada hidup kita, pendidikan kita, masa depan kita, dan Dia sangat kaya! Saya belum pernah melihat seorang anak Tuhanpun yang berkekurangan saat Dia mengandalkan Tuhan. Percayalah pada-Nya yang akan menyediakan bagimu dengan limpahnya :D

Yang harus kita lakukan adalah seperti memetik buah anggur, atau buah delima (pomegranates), atau buah ara itu,  mengulurkan tangan dan raihlah berkat-Nya. Allah tidak pernah menahan berkat-Nya!

Sumber: Daily Grace Inspirations, Joseph Prince Ministries.

 
Leave a comment

Posted by pada 1 Oktober 2010 in Inspirasi

 

Kari Jobe: You Are For Me

Kari Brooke Jobe (lahir 6 April 1981 di Dallas, Texas) adalah seorang penyanyi dan penulis lagu dari Amerika, sekaligus Pastor Pemimpin Pujian di Gereja Gateway, Southlake Texas. Dia juga anggota grup band musik kristiani, Gateway Worship. Album Live mereka, Wake Up The World, mencapai posisi #2 di Tangga lagu Billboard Top Album Rohani pada tahun 2008.

Orangtuanya, Mark dan Sandy Jobe, adalah penginjil keliling. Kari Jobe memiliki 2 orang saudara yaitu Kristen dan Caleb. Jobe pertama kali menyanyi saat berusia 3 tahun dan menjadi seorang pengikut Kristus saat berusia 5 tahun. Saat beranjak dewasa, ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Oral Roberts, Institut Christ for The Nations (Yayasannya didirikan oleh Penginjil Reinhard Bonnke), dan Universitas Baptis Dallas, serta meraih gelar dalam bidang studi pastoral dan psikologi.

Setelah lulus, ia diminta bekerja sebagai pendukung pastor pemimpin pujian di Gateway Church. Ia telah melakukan perjalanan misi keliling dunia untuk memimpin pujian dan penyembahan.

Di samping meluncurkan album dengan bandnya, Kari Jobe juga meluncurkan beberapa album sendiri yaitu, Le Canto (album berbahasa Spanyol, 2009), Kari Jobe (album kompilasi, 2009), serta sebuah album Natal berjudul Betlehem (2007).

Kari Jobe memenangkan dua buah Dove Awards (ajang apresiasi di bidang musik rohani) untuk Album Event Special (Glory Revealed II: The Word of God in Worship) serta Album Berbahasa Spanyol (Le Canto). Serta dinominasikan sebagai Artis Pendatang Baru  tahun 2010.

Berikut video single terbarunya tahun 2010 You are for me yang juga pertama kalinya lagunya dibuatkan video klip. Lagu ini ditulis di sebuah gereja kecil (kapel). Lagu ini ia tulis ketika ia sedang dalam masa-masa kesesakan, kesedihan, dan kelemahan namun ia percaya Tuhan ada untuknya. Selamat menyimak, selamat menyembah, selamat terberkati :)

Lyric:

So faithful. So constant.
So loving and so true.
So powerful in all You do.

You fill me. You see me.
You know my every move
and You love for me to sing to You.

I know that You are for me.
I know that You are for me.
I know that You will never,
forsake me in my weaknesses

I know that You have come now,
even if to write upon my heart.
To remind me who You are.

(Sumber: Wikipedia)

So patient, So gracious,
So merciful and true…
So wonderful in all You do.
You know me. You see me.
You know my every move.
You love for me to sing to You

Lord, I know that You are for me.
I know that You are for me.
I know that You will never,
forsake me in my weaknesses.
I know that You have come now,
even if to write upon my heart.

To remind me that
I know that You are for me.
I know that You are for me.
I know that You will never,
forsake me in my weaknesses.
I know that You have come now,
even if to write upon my heart.
To remind me who You are.

Sumber: Wikipedia

 
Leave a comment

Posted by pada 30 September 2010 in Musik

 

Pokok Doa 1 Oktober 2010

Ayo kita bersepakat berdoa untuk pokok-pokok doa berikut ini:

  • Sabtu, 2 Oktober 2010 akan diadakan persekutuan PSKK Intern. Berdoa agar jumlah jiwa ditambahkan baik yang lama maupun yang baru. Doakan teman-teman yang bertugas menyampaikan firman, memimpin pujian, dan bermain gitar. Berdoa juga agar teman-teman PSKK bisa menikmati persekutuan dengan Tuhan dan saudara seiman.
  • Berdoa untuk teman-teman PSKK Intern agar bisa mengatur waktunya dengan baik antara mengikuti persekutuan di PSKK,  dengan aktivitas lain seperti belajar, les/tutor, waktu bersama keluarga, melayani di gereja masing-masing, olahraga, maupun mengerjakan hobi lainnya. Berdoa supaya teman-teman bisa menentukan prioritas dalam hidupnya dan tetap menjadi berkat.
  • Berdoa bagi kesatuan hati sesama anggota PSKK, tidak ada kepahitan, kekecewaan, tetapi diganti dengan sikap yang sehati, sepikir, sejiwa, serta sikap yang mau mengampuni, dan dewasa di dalam Kristus. “hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. (Filipi 2:2-7)
  • Berdoa agar visi Tuhan buat PSKK kuat tertanam di hati teman-teman PSKK Intern maupun alumni. Kesibukan dan aktivitas baru memang menyita perhatian, tenaga, dan waktu teman-teman kita. Ayo berdoa supaya semua boleh terus mengerjakan visi dan ikut bagian dalam panggilan ini.
  • Berdoa untuk persiapan KKR PSKK and Friends. Mulai dari jumlah panitia yang minim, persiapan panitia dalam menghadapi Ujian Tengah Semester (Mid Semester), mencari pembicara, WL, tim musik, tempat, dan jadwal latihan-latihan.

siapapun bisa berdoa, siapapun diundang untuk berdoa (gambar diunduh dari becomingabetterdad.com)

Dimanapun kita berada saat ini, jauh ataupun dekat dari Klaten, kita tetap bisa berdoa. Miliki hati untuk memberkati Klaten melalui PSKK. Doa kita, walaupun sederhana tapi percayalah kuasa doa di dalam Nama Yesus Kristus tidak pernah gagal :)

Tuhan Yesus Memberkati!

 
Leave a comment

Posted by pada 30 September 2010 in Pokok Doa

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.